Kamis, 09 April 2015

PENGUKURAN PENGISIAN BBM

Pengukuran Pengisian BBM (Premium, Pertamax, Solar)

AAT
Sekolah Tinggi Teknologi Garut
Jl. Mayor Syamsu No. 1 Jayaraga Garut 44151 Indonesia

Email : 1306001@sttgarut.ac.id , aat.informatika@gmail.com

PENDAHULUAN
Pengertian BBM subsidi adalah bahan bakar minyak yang diperuntukkan kepada rakyat yang telah mengalami proses subsidi. Pengertian subsidi itu sendiri adalah sebuah bantuan keuangan yang diberikan sebuah badan (dalam hal ini oleh pemerintah) kepada rakyat atau sebuah bentuk usaha. Tujuannya adalah untuk mempertahankan atau meningkatkan daya beli. Sementara untuk membantu sebuah usaha yang mengalami kemunduran, subsidi juga diperlukan agar usaha tersebut tetap menjadi tumpuan hidup banyak orang.

Dalam hubungannya dengan bahan bakar minyak, hal serupa juga diterapkan oleh pemerintah pada produk BBM yang dikonsumsi masyarakat. Dengan kata lain pengertian BBM subsidi adalah bahan bakar minyak yang dijual kepada rakyat dengan harga di bawah harga bahan bakar dunia. Hal ini dikarenakan rakyat telah mendapatkan bantuan dana dalam bentuk potongan harga sebelum BBM sampai ke tangan konsumen. Potongan biaya tersebut termasuk dalam proses pengolahan minyak mentah hingga proses distribusi bahan bakar minyak ke tangan konsumen. Pemerintah menerapkan demikian karena BBM dinilai sebagai salah satu komoditas primer yang harus diberikan subsidi  agar daya beli masyarakat dapat ditingkatkan.

Selain BBM subsidi, juga terdapat BBM non-subsidi yang tidak mendapatkan bantuan dana dari pemerintah dengan konsekuensi harganya tentu lebih mahal dan kualitas minyak non-subsidi adalah lebih baik dibanding BBM subsidi. Menjadi sorotan selama ini adalah mengenai fokus sasaran dari BBM subsidi. Pemerintah memberlakukan kebijakan BBM subsidi sebenarnya ditujukan untuk rakyat dengan kemampuan daya beli rendah, dalam hal ini mereka yang berada di level ekonomi bawah. Namun kenyataannya konsumen dari BBM subsidi masih banyak yang berasal dari kalangan mampu bahkan beberapa kendaraan mewah dan milik pemerintah juga tak jarang menggunakan bahan bakar subsidi tersebut. Karena itu perlu "diredefinisi" atau dirumuskan ulang apa, bagaimana, kenapa dan untuk siapa subsidi itu jika mengacu pada pengertian BBM Subsidi.


HASIL PENGUKURAN

NO Jenis Kendaraan Isi Premium, Pertamax, Solar
1 Motor Pribadi 1,5 liter
2 Motor Pribadi 3,5 liter
3 Motor Pribadi 2 liter
4 Mobil Dinas 60 liter
5 Mobil Dinas 100 liter
6 Mobil Pribadi 50 liter
7 Motor Dinas 10 liter
8 Motor Dinas 5 liter
9 Motor Pribadi 1 liter
10 Mobil Pribadi 3 liter
11 Mobil Pribadi 10 liter
12 Motor Pribadi 1 liter
13 Motor Pribadi 1 liter
14 Motor Pribadi 1,5 liter
15 Motor Pribadi 1/2 liter
16 Motor Dinas 5 liter
17 Motor Dinas 5 liter
18 Mobil Pribadi 5 liter
19 Motor Pribadi 2 liter
20 Motor Pribadi 3,5 liter
21 Motor Pribadi 3,5 liter
22 Motor Pribadi 1/2 liter
23 Mobil Dinas 60 liter
24 Mobil Dinas 60 liter
25 Mobil Dinas 100 liter
26 Mobil Dinas 50 liter
27 Mobil Dinas 40 liter
28 Motor Pribadi 2 liter
29 Motor Pribadi 2 liter
30 Mobil Dinas 40 liter
31 Motor Pribadi 1,5 liter
32 Mobil Pribadi 10 liter
33 Motor Pribadi 3,5 liter
34 Mobil Dinas 30 liter
35 Mobil Dinas 30 liter
36 Mobil Dinas 100 liter
37 Motor Dinas 10 liter
38 Motor Dinas 6 liter
39 Motor Pribadi 2 liter
40 Mobil Dinas 20 liter
41 Mobil Dinas 15 liter
42 Motor Pribadi 1 liter
43 Motor Pribadi 1 liter
44 Motor Pribadi 1 liter
45 Motor Pribadi 3,5 liter
46 Motor Pribadi 3,5 liter
47 Motor Pribadi 3,5 liter
48 Motor Dinas 10 liter
49 Motor Pribadi 12 liter
50 Motor Pribadi 8 liter
1,5 liter
100 liter
10 liter
5 liter
60 liter
2 liter
30 liter
15 liter
3,5 liter
3,5 liter
50 liter
1 liter
5 liter
60 liter
40 liter
100 liter
1 liter
10 liter
2 liter
10 liter
1 liter
2 liter
100 liter
1,5 liter
10 liter
1 liter
12 liter
60 liter
5 liter
1,5 liter
3,5 liter
50 liter
10 liter
6 liter
1 liter
8 liter
100 liter
1 liter
1/2 liter
3,5 liter
40 liter
3,5 liter
2 liter
3,5 liter
50 liter
3 liter
5 liter
1/2 liter
2 liter
30 liter
20 liter
3,5 liter


Dari data tersebut didapat :
Nilai Minimal : 0,5
Nilai Maksimal : 100
Range : 99,5
Kelas : 2k  ≥55 , k=6,7,dst. dipilih k = 6
Interval : 99,5/6 = 16,6 ≈ 17

Tepi  Bawah
Tepi Atas
Turus
F Relatif
0,5
15
37
74%
17,5
32
3
6%
34,5
49
2
4%
51,5
66
5
10%
68,5
83
0
0%
85,5
100
3
6%


Tabel 2 : Tabel distribusi frekuensi

Tepi  Bawah
Tepi Atas
Batas Bawah
Batas Atas
F
Batas Bawah - Batas Atas
0,5
15
0,4
14,9
37
0,4 - 14,9
17,5
32
17,4
32,9
3
17,4 - 32,9
34,5
49
34,4
48,9
2
34,4 - 48,9
51,5
66
51,4
65,9
5
51,4 - 65,9
68,5
83
68,4
82,9
0
68,4 - 82,9
85,5
100
85,4
99,9
3
85,4 - 99,9


Tabel 3 : Tabel distribusi frekuensi relatif


Tepi  Bawah
Tepi Atas
Nilai Tengah
Frekuensi
7,25
0
0,5
15
14,5
37
17,5
32
29
3
34,5
49
43,5
2
51,5
66
58
5
68,5
83
72,5
0
85,5
100
87
3

Tabel 4 : Tabel Distribusi Frekuensi dengan Nilai Tengah

Kurang dari
Frekuensi Kumulatif
< 0,5
0
< 17,5
37
< 34 ,5
40
< 51,5
42
< 68,5
47
< 85,5
0
< 102,5
50


Tabel 5 : Tabel Frekuensi Relatif Kurang Dari

Lebih dari
Frekuensi Kumulatif
> 0,5
50
> 17,5
13
> 34 ,5
10
> 51,5
8
> 68,5
0
> 85,5
3
> 102,5
0


Tabel 6 : Tabel Frekuensi Relatif Lebih Dari

KESIMPULAN

Dari hasil pengukuran pengsian bbm, dapat disimpulkan bahwa masih banyak kendaraan pribadi maupun dinas yang mengisi mulai dari 0,5 liter sampai 17,5 liter .

DAFTAR PUSTAKA

http://www.fiskal.co.id/berita/fiskal-13/685/pengertian-bbm-subsidi-adalah#.VSa0YtyUfod

Tidak ada komentar:

Posting Komentar